Kain Batik Tulis Sinaran Soga Jogja

Rp 1.150.000

  • Bahan : Katun Primis
  • Teknik : Batik Tulis
  • Pewarnaan : Celup
  • Motif : Buketan
  • Ukuran : 220 x 115 cm

 

Untuk pemesanan juga bisa langsung via WhatsApp 0821.3554.5155

Description

Kain Batik Tulis Buketan

Kain batik tulis Buketan

Proses pembuatan Batik Tulis adalah proses yang membutuhkan teknik, ketelitian, dan kesabaran yang tinggi.  Hal ini disebabkan oleh segala sesuatu proses pembuatannya dikerjakan manual dengan menggunakan tangan terampil manusia.

Teknik batik tulis dilakukan dengan menorehkan cairan malam (lilin) melalui media canting tulis.  Proses pembuatan batik tulis hampir serupa dengan proses pembuatan batik cap.  Cairan malam (lilin) harus tetap terjaga pada kondisi suhu 70 derajat celcius.  Dengan menggunakan canting tulis cairan malam diambil dari nyamplung.  Cucuk canting harus berlubang, sehingga perlu ditiup agar membran cairan terbuka.  Setelah itu cairan malam baru dioleskan sesuai motif yang telah digambar di kain mori dengan pensil.

Dalam proses pembuatan batik tulis kita harus menyiapkan terlebih dahulu kain mori terbentang, mengambar sketsa motif batik yang akan dibuat dengan menggunakan pensil, kemudian menorehkan cairan malam (lilin) dengan warna dengan menggunakan canting tulis secara teliti dan hati-hati.  Apabila kain mori telah selesai digambar dengan cairan malam (lilin), selanjutnya dilakukan proses pewarnaan, lorot malam, membilas soda, dijemur, dan disetrika.

 

Filosofi Motif Batik Tulis Buketan

Motif buketan merupakan motif dengan mengambil tumbuh-tumbuhan atau bunga sebagai ornamen atau hiasan yang disusun memanjang selebar kain.  Kata buketan sendiri berasal dari bahasa Perancis bouquet yang berarti rangkaian bunga. Motif ini mudah anda kenali karena motif dalam batik ini bergambar bunga, kupu-kupu, burung  hong, burung bangau, dan tumbuhan yang bersulur-sulur seperti tanaman yang tumbuh di Eropa.

Gambar-gambar tersebut dirangkai dalam suatu rangkaian yang cantik, dengan warna yang indah.  Batik motif buketan ini banyak berkembang di daerah pesisir Jawa pada abad ke-19. Bersamaan dengan adanya pengaruh Eropa di zaman kolonial, khususnya Belanda. Selain itu motif batik buketan ini juga dipengaruhi oleh keberadaaan pedagang dan pengusaha batik dari Tiongkok pada masa lampau.

Penerapan ragam hias buketan itu mereka lakukan pada saat Batik Belanda yang berawal kurang lebih pada tahun 1840 dan dipelopori oleh Caroline Josephine Van Franquemont dan Catherina Carolina Van Oosterom.

Pada awalnya batik Belanda tidak menampilkan pola-pola buketan. Namun demikian, seiring dengan adanya perkembangan polanya, maka batik Belanda pun menampilkan ragam hias buket–buket yang halus dan indah dengan warna-warna cerah serta serasi, bahkan sering dipadu dengan isen latar ragam hias tradisional keraton seperti galaran, gringsing, dan blanggreng yang dibatik sangat halus ( lebih halus dari batikan keraton ). Setelah bahan kimia masuk ke Jawa, maka batik Belanda yang semula hanya menampilkan dua warna itu, mulai menampilkan beragam warna sehingga tampak lebih indah dan halus.

 

Additional information

Weight 0.6 g

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Kain Batik Tulis Sinaran Soga Jogja”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *